Soal Pelanggaran Pemilu, Ini Curhat Caleg NasDem Nafa Dan Wibi

Politisi Partai NasDem, Wibi Andrino dan Nafa Urbach saat Podcast Ngegas yang digelar Rakyat Merdeka. Foto: Istimewa
Politisi Partai NasDem, Wibi Andrino dan Nafa Urbach saat Podcast Ngegas yang digelar Rakyat Merdeka. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka – Partai NasDem menyoroti dugaan maraknya pelanggaran Pemilu 2024. Partai besutan Surya Paloh itu meminta KPU dan Bawaslu bergerak memantau dan menindaklanjuti laporan dugaan Pemilu yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon di Pilpres 2024.

“Ngapain aja sih KPU. Jangan sibuk urus yang lain,” kata politisi partai NasDem, Wibi Andrino dalam Podcast Ngegas yang digelar Rakyat Merdeka, Rabu (17/1/2024).

Wibi mengklaim tahun ini banyak pelanggaran Pemilu. “Banyak sekali pelanggaran yang terjadi. Kampanye gelap di waktu terang. Ada salah satu paslon kampanye di waktu dan tempat yang tidak tepat untuk kampanye. Penjabat Gubernur DKI Jakarta (Heru Budi Hartono) tidur. Ini mana aturan yang mau diterapkan,” sebutnya.

Diketahui, Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming membagikan susu gratis kepada masyarakat yang tengah menikmati hari bebas kendaraan bermotor atau CFD di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (3/12/2024) lalu.

“Yang merasakan tidak hanya dari paslon saja. Rakyat juga. Ini kan nyata ada pelanggaran. Dijalankan atau tidak. Atau ada semacam tutup mata,” sebut Ketua Fraksi NasDem di DPRD DKI Jakarta itu.

Dalam kesempatan ini, Wibi juga menyinggung praktik gimmick-gimmick politik yang dilakukan paslon 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Wibi mencontohkan strategi playing victim yang dilalukan usai debat capres kedua.

“Belum lama orang-orang nangis di TikTok, besoknya kembali ke stelan pabrik, suka marah-marah,” ungkapnya.

Berbeda dengan kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) yang selalu menawarkan gagasan untuk perubahan. Menurutnya, keresahan rakyat yang sejak merdeka belum tersalurkan dengan baik.

Padahal, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Persoalan ini yang terus digaungkan Timnas AMIN, karena sesuai dengan fakta di lapangan.

“Bahasa rakyat kan bahasa perut. Kesulitan rakyat yang kita ingin tampilkan ke publik,” jelas dia.

Senada, Caleg Partai NasDem Nafa Urbach juga merasakan hal yang sama. Nafa juga mendapati baliho yang dirusak, diturunkan, dan ancaman dari pihak lain.

Namun, ia selalu menyikapinya dengan kepala dingin, agar pendukungnya bisa menahan diri, sehingga tidak menimbulkan bentrokan.

Sadar dirinya merupakan politisi berlatar belakang artis, Nafa mengakui peran influencer di kubunya tidak sebanyak influencer di kubu lain.

“Kita juga bukan karena di-endorse. Kita di NasDem udah kaya keluarga, karena kita sudah nyaman,” pungkas dia.https://makcauhai.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*