Tiap Hari Rilis, Hasilnya Beda-beda, Lembaga Survei Membingungkan

Rilis hasil survei yang dilakukan LSI Denny JA. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Rilis hasil survei yang dilakukan LSI Denny JA. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka – Mendekati pencoblosan Pemilu 2024, survei elektabilitas Capres-Cawapres maupun parpol semakin marak. Hampir setiap hari ada rilis terbaru dari berbagai lembaga. Hasilnya, selalu berbeda-beda. Kondisi ini pun membingungkan banyak pihak.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Poltracking Indonesia, Charta Politika, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), adalah nama-nama surveyor besar yang getol memotret elektabilitas Capres-Cawapres dan parpol. Belum lagi hasil survei dari lembaga-lembaga baru.

Dalam sepekan terakhir, LSI Denny JA, Indikator Politik Indonesia, Poltracking, dan Charta Politika, merilis hasil survei terbarunya. Hasilnya, tidak ada yang sama.

Di LSI Denny JA, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di urutan pertama dengan 46,6 persen, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di urutan kedua dengan 24,8 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di urutan buncit dengan 22,8 persen.

Di Indikator Politik Indonesia (IPI), Prabowo-Gibran juga pertama, dengan elektabilitas 48,55 persen. Namun, urutan keduanya ditempati Anies-Muhaimin dengan 24,17 persen suara. Ganjar-Mahfud ada di posisi ketiga dengan 21,60.

Hasil survei Poltracking Indonesia, berdasarkan urutan, mirip dengan Indikator Politik Indonesia. Namun, persentasenya berbeda. Secara berurutan, hasil survei Poltracking adalah Prabowo-Gibran 46,7 persen, Anies-Muhaimin 26,9 persen, dan Ganjar-Mahfud 20,6 persen.

Sedangkan hasil survei Charta Politika, secara urutan, sama dengan LSI Denny JA. Namun, lagi-lagi, persentasenya berlainan. Hasil survei Charta Politik yaitu Prabowo-Gibran 42,2 persen, Ganjar-Mahfud 28 persen, Anies-Muhaimin 26,7 persen.

Hasil survei yang berbeda-beda ini membuat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. TPN merasa agak aneh dengan hasil yang berbeda-beda itu, padahal surveinya dilakukan dalam tempo yang tidak terlalu lama. 

“Pilpres tahun ini publik disuguhi rilis survei yang beda-beda. Kami khawatir fenomena ini akan mendegradasi kepercayaan publik terhadap banyak lembaga survei,” ucap Wakil Direktur Eksekutif Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Finsensius Mendrofa.

Atas hal ini, Finsen menyatakan, kubu Ganjar-Mahfud tidak lagi mengacu pada hasil survei yang keluar hari-hari ini. Apalagi beberapa lembaga menempatkan Ganjar-Mahfud di posisi buncit.

“Kami terus meyakinkan kepada pendukung Ganjar-Mahfud bahwa hasil survei tidak perlu menjadi pengganggu dalam semangat mereka memenangkan Ganjar Mahfud,” tekannya.

Lalu, kenapa hasil survei bisa berbeda-beda? Anggota Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Saidiman Ahmad menerangkan, kondisi itu terjadi karena perbedaan waktu pengambilan data.

“Kemungkinan besar beda (hasilnya) kalau waktu surveinya beda. Kan masing-masing calon terus kampanye, karena itu suara terus bergerak,” terang Saidiman Ahmad.

Kubu Prabowo-Gibran, yang selalu menjadi nomor 1 dalam survei, terlihat senang-senang saja. Komandan Tim Echo Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hinca Pandjaitan, menyatakan bahwa lembaga survei merupakan bagian dari instrumen demokrasi modern. Lembaga survei digunakan sebagai cermin untuk berbenah hingga hari pemungutan di 14 Februari 2024.

“Perubahan hasil survei dari waktu ke waktu oleh lembaga survei yang satu dengan yang lain adalah dinamika yang terus bergerak dan menemukan garis finisnya pada 14 Februari,” ucap Hinca Pandjaitan.

Dengan demikian, kata Hinca, semakin banyak lembaga survei yang merilis hasil surveinya, sistem demokrasi di Indonesia semakin bagus. “Tak perlu menyalahkan cermin hanya karena wajah kita yang belum siap bersolek. Bersoleklah lagi dan lagi sampai sempurna dengan menemui rakyat yang penuh daulat suara,” ucap politisi Demokrat ini.https://makcauhai.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*