Ngomongin Energi di Sudut Jakarta: Pemanfaatan Energi Surya di Kampung Jagorawi

Kunjungan Tim Ngomongin Energi ke Kampung Jagorawi (Dok. Ngomingin Energi)
Kunjungan Tim Ngomongin Energi ke Kampung Jagorawi (Dok. Ngomingin Energi)

Meskipun kesadaran akan urgensi Transisi Energi (Energi Baru Terbarukan/EBT) secara umum masih rendah di Indonesia, Kampung Jagorawi Cililitan, Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur, menjadi sorotan sebagai sumber inspirasi. Komunitas ini tidak hanya mengakui pentingnya mengadopsi Energi Terbarukan, tetapi juga menerapkannya ke dalam wujud pemasangan Panel Surya Fotovoltaik (PLTS), menandai lompatan transformatif menuju praktik energi yang berkelanjutan.

Ngomongin Energi: Memberdayakan Melalui Edukasi

Diprakarsai oleh sembilan pemuda yang tergabung dalam Green Leadership Indonesia di bawah naungan Institut Hijau Indonesia, “Ngomongin Energi” memiliki tujuan untuk menyebarkan informasi dan menggugah semangat masyarakat terhadap EBT. Dengan memanfaatkan platform di Instagram @ngomongin.energi, program ini secara strategis menyajikan konten informatif dan menarik kepada khalayak yang luas.

Pada 20 Januari 2024, tim Ngomongin Energi melaksanakan kunjungan ke Kampung Jagorawi Cililitan, sebuah komunitas yang telah mengadopsi manfaat energi surya melalui program “Kampung Surya” yang difasilitasi oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) dan bekerja sama dengan ATW Solar. Instalasi ini terdiri dari dua panel surya, masing-masing berukuran 1 x 2 meter dengan daya 700 Watt Peak.

Kedua panel surya tersebut beroperasi melalui sistem on-grid dan hybrid yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan listrik aula komunitas. Tempat ini menjadi pusat beragam kegiatan seperti pertemuan, sesi pembelajaran, acara hiburan, dan berbagai kegiatan masyarakat. Menurut Bapak Pendi, salah satu anggota komunitas Kampung Surya, pengenalan panel surya telah membawa dampak signifikan, menghasilkan penghematan biaya listrik bulanan hingga Rp 100.000 untuk aula komunitas.

Namun, di balik manfaatnya tersebut, diperlukan edukasi tentang pemeliharaan panel untuk memastikan efisiensinya dalam jangka panjang. Wawasan ini menegaskan pentingnya inisiatif pendidikan berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan yang diperlukan dalam mengelola sumber energi terbarukan mereka.

Ibu Rodiah, seorang anggota komunitas lainnya, menyampaikan harapannya agar instalasi panel surya dapat ditingkatkan untuk memperbesar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Pandangan ini menekankan perlunya langkah-langkah strategis dalam mempromosikan adopsi panel surya yang lebih luas, mencakup edukasi teknis pemeliharaan yang komprehensif dan pengembangan kebijakan pemerintah yang proaktif.

Peran Edukasi dan Dukungan Pemerintah

Berdasarkan penuturan warga, pendidikan teknis menjadi krusial untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang cara merawat dan memelihara panel surya dengan efisien dan berkelanjutan. Di sisi lain, pemerintah melalui dukungan kebijakan, seperti kebijakan insentif fiskal atau subsidi untuk pemasangan panel surya, dapat memainkan peran sentral dalam mengurangi biaya investasi panel surya. Dengan mengurangi hambatan finansial, instalasi panel surya dapat mencapai lebih banyak lokasi, termasuk yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau.

Kampung Jagorawi sebagai Pendorong Perubahan Nasional

Kampung Jagorawi menjadi contoh nyata bahwa peningkatan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan dapat menjadi pendorong mencapai tujuan energi nasional. Ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi lokal, tetapi juga menginspirasi komunitas sekitarnya untuk mengadopsi sumber energi bersih. Dengan inisiatif positif ini, diharapkan bahwa kampung-kampung lain akan mengikuti jejak Kampung Jagorawi, menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.https://makcauhai.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*